Admin.Turus, Klaten – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 234 Universitas Sebelas Maret adakan program menanam tanaman obat keluarga (Toga) dan edukasi pelatihan emosi anak. Program ini diselenggarakan pada hari Senin (15/8/2022) bersama dengan siswa kelas 4 sampai 6 SDN Turus.
Dengan diikuti oleh sekitar 26 siswa, program ini mampu memberikan atensi yang baik kepada siswa-siswi SDN Turus. Siswa menyambut gembira kehadiran mahasiswa KKN 234 UNS. Tak lupa, para guru juga menyambut baik program yang disenggarakan oleh mahasiswa KKN 234 UNS ini.
Dimulai pada pukul 08.30 WIB, program menanam toga dan pelatihan emosi anak dimulai dengan pembukaan. Perhatian anak mulai dipancing untuk bisa fokus mengikuti agenda dengan berbagai macam tepuk. Setelah siswa fokus, Mahasiswa KKN 234 UNS mulai memberikan materi tentang toga. Tim KKN menjelaskan tentang berbagai macam tanaman toga. Mulai dari Lavender hingga Temu Kunci beserta khasiatnya. Materi disampaikan dengan metode bernyanyi sehingga siswa tidak merasa bosan.
“pendidikan tentang tanaman obat sejak dini itu penting.biar ga dikit-dikit obat kimia yang kita belum tahu efek sampingnya, lalu juga bisa menghemat biaya” ujar Zaenab Qalbi selaku Ketua Pelaksana Program ini.
Disela pengisian materi tentang tanaman Toga, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi terkait pelatihan emosi anak. Setiap anak diberikan pemahaman tentang pengendalian emosi dengan cara menepukkan kedua telapak tangan ke dada dengan posisi telapak tangan seperti kupu-kupu sembari menarik dan mengeluarkan nafas atau yang biasa dikenal dengan teknik butterfly hug. Selanjutnya siswa juga diberikan edukasi terkait teknik pernafasan 4 hitungan. Caranya adalah dengan menarik nafas dalam interval 4 hitungan, kemudian menahan nafas dalam 4 hitungan, serta mengeluarkan nafas juga dalam 4 hitungan. Keduanya bertujuan untuk mengendalikan dan meredakan emosi dari para siswa.
“hal ini sebagai bentuk upaya untuk mengurangi kasus bullying di sekolah. Karena dengan mengendalikan emosi setidaknya anak-anak mampu untuk mengendalikan diri ketika sedang dalam keadaan tertentu”. Ujar pipit selaku ketua pelaksana program pelatihan emosi anak.
Kegiatan menanam Toga dan pelatihan emosi anak diakhiri dengan praktik langsung menanam toga bersama. Masing-masing anak diberikan satu jenis bibit Toga beserta media tanamnya yang kemudian hasil dari kegiatan tersebut dapat dibawa pulang untuk dimanfaatkan di rumahnya masing-masing.